FOKUSBOBAR
– Jika setiap orang yang mampu memiliki kepedulian tinggi dengan memberikan
bantuan kepada yang lemah ekonomi, dipastikan akan mengurangi kesengsaraan bagi
warga yang kurang mampu itu, langkah ini setidaknya telah dipraktekan oleh
,Dian Kades Cimayang Kecamatan Pamijahan
Sebanyak 80 orang anak yatim Desa Cimayang, Kabupaten Bogor menerima
santunan di kantor Desa Cimayang 10 /1440H ,Menurut Karno selaku
sekretaris desa mengatakan santunan ini di laksanakan setiap 10 Muharam di desa
Cimayang Sejak Ibu Dian menjadi Kepala Desa Ungkapnya"
Saya
sangat bersyukur kegiatan ini bisa
berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Meski acara ini tanpa disponsori
oleh pihak lain, Acaranya murni dari Desa dan sumbangan dari beberapa
masyarakat Kelompok pengajiaandan di desa Cimayang "Semoga acara seperti
ini bisa terus berjalan setiap tahunnya.
Dan saya sangat berterima kasih kepada masyarakat yang telah menyempatkan diri hadir mensukseskan acara ini",ujar Karno
Dan saya sangat berterima kasih kepada masyarakat yang telah menyempatkan diri hadir mensukseskan acara ini",ujar Karno
Dalam
Sambutan nya Kepala desa Hajah Muslihat Dianah mengatakan, Idul Yatama (hari raya anak-anak yatim) yang
bertepatan dengan tanggal 10 Muharram (Asyura) sebenarnya bukan hari raya
sebagaimana hari raya Idul Fitri atau Idul Adha. Istilah Idul Yatama hanya
sebagai ungkapan kegembiraan bagi anak-anak yatim.
Karena pada tanggal tersebut, banyak orang yang memberikan perhatian dan santunan kepada mereka.
Karena pada tanggal tersebut, banyak orang yang memberikan perhatian dan santunan kepada mereka.
Lebih
Lanjut Hajah Dian Menerangkan Momentum 10 Muharram dijadikan sebagai Idul
Yatama, berdasarkan anjuran untuk menyantuni anak-anak yatim pada hari
tersebut. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW sangat menyayangi
anak-anak yatim. Dan beliau lebih menyayangi lagi pada hari Asyura (tanggal 10
Muharram). Dimana pada tanggal tersebut, Beliau menjamu dan bersedekah bukan
hanya kepada anak yatim, tapi juga keluarganya.
Dalam kitab Faidul Qadir disebutkan, menjamu anak yatim dan keluarganya pada tanggal 10 Muharram merupakan sunnah Nabi SAW. dan pembuka keberkahan hingga setahun penuh.
Dalam kitab Faidul Qadir disebutkan, menjamu anak yatim dan keluarganya pada tanggal 10 Muharram merupakan sunnah Nabi SAW. dan pembuka keberkahan hingga setahun penuh.
Romlah
Pendamping dari salah satu anak yatim, , mengatakan saya sangat bangga
sangat bersyukur dan berterima kasih yang sebanyak-banyaknya
kepada Kepala desa beserta jajajaran nya ". Tuturnya, saat diwawancarai.
Pewarta : A.A
Editor : PKB


