
Ciampea,Fokusbobar = Banyak permasalahan yang sampai saat ini masih belum terselesaikan. Satu diantaranya adalah masalah lingkungan, terutama upaya mengurangi banyaknya sampah yang berserakan tidak pada tempatnya
Untuk membantu masyarakat mengangkut sampah, mengankut sampah yang bermuara pada program pemerintah, Menuju Indonesia bersih sampah 2020, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI bersama anggota DPR RI Komisi VII, KH.Nawafie Saleh Merespon Kepentingan masyarakat
Melalui pengajuan yang di inisiasi
oleh KH.Nawafie
Saleh, akhirnya Kementrian Lingkungan
Hidup memberikan hibah sebanyak 30 unit motor sampah bagi masyarakat. 30 unit
motor sampah itu Penyerahan di lakukan di Kediamannya Kampung Kebonkopi Desa
Ciampea Udik Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor(15/10/2018), dihadiri, Oleh
Muspika Kecamatan Ciampea dan Cibungbulang
“Motor
ini memang untuk angkut sampah. Tapi jika di jalan dibutuhkan untuk kepentingan
sosial dan kemanusiaan bisa digunakan,”kata H.Nafis
Saat ditanya Bagaimana cara
pengatasan sampah, Haji Nafis sapaan akrabnya menerangkan
"Saat ini sampah masih 60-70 % dibuang ke Tempat
Pembuangan Sampah (TPS)," kata nya, Itu berarti, masih ada masyarakat yang
membuang sampah sembarangan.Lebih lanjut pria murah senyum ini mengatakan, satu orang setiap harinya bisa
menghasilkan sekitar 1 kg sampah. Satu orang berkontribusi terhadap 250 ribu
ton sampah yang dihasilkan setiap harinya di Indonesia. Jika tidak peduli
dengan sampah, maka sampah bakalan menjadi bom waktu yang siap meledak kapan
saja.
Untuk menghentikan atau setidaknya
memperlambat bom waktu tersebut, Ia, mengatakan sampah hendaknya dikelola dari
sumbernya dan tidak perlu ke TPS, atau menuju ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA)
sudah dalam bentuk pilahan antara sampah organik dan anorganik. Masyarakat bisa
mengelola sampahnya sendiri melalui bank sampah.
Bank sampah adalah pengumpulan sampah yang sudah dipilah-pilah. Hasilnya bisa menjadi uang dengan dijual ke pengepul sampah atau disetor ke TPA yang mempunyai alat daur ulang sampah
Bank sampah adalah pengumpulan sampah yang sudah dipilah-pilah. Hasilnya bisa menjadi uang dengan dijual ke pengepul sampah atau disetor ke TPA yang mempunyai alat daur ulang sampah
Seperti contoh desa Cibatok Satu Kecamatan
Cibungbulang, sudah bisa menghasilkan dari keuntungan pengeloaan sampah
mencapai Rp 15juta perbulan.
Ia,menjelaskan bahwa bank sampah inilah yang harus terus diedukasi kepada masyarakat. Bank sampah sangat penting, karena berkenaan dengan kultur masyarakat. Kultur masyarakat Indonesia masihlah belum peduli dengan sampah. Karena itu bank sampah ditekatkan harus jadi gaya hidup yang bisa meresap ke kultur masyarakat”Mengahiri dengan Fokusbobar=(Kasdi weno)



