Sabtu, 05 Februari 2022

3000 Relawan Anies Baswedan di Bogor Kian Masif Diakar Rumput

 

Konsolidasi dalam rangka pembekalan dan penguatan kepada pengurus tim relawan Anies Baswedan se-Bogor Raya, di Sekretariat Korda Kabupaten Bogor Jabar Beraksi, Bantar Jaya, Kecamatan Ranca Bungur, Kabupaten Bogor.

BOGOR= Pengurus Beraksi pusat sebagai relawan aktif Anies Baswedan, melakukan roadshow kegiatan pembekalan kepada para koordinator kecamatan dan kelurahan/desa yang dimulai di Bogor Raya.

Kegiatan ini merupakan konsolidasi “gresroot” (akar rumput) untuk memperbesar gerakan dukungan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan maju di Pemilihan Presiden ( Pilpres) 2024 mendatang.

Diketahui, saat ini sudah terbentuk kepengurusan jaringan relawan sebanyak 20 Korda dari total jumlah keseluruhan 27 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat.

“Alhamdulillah, sudah 20 kepengurusan korda di Jabar terbentuk, tersisa 7 korda. Mudah-mudahan akhir Februari 2022 final,” kata Ketua Beraksi Pusat Yhoeshoep, didampingi Sekertaris Beraksi Pusat Dani Ramdani, serta Koordinator Relawan dan Jaringan Beraksi Pusat Gunawan Zulkarnain, di sela acara, Jumat (04/02/22) malam.

Lanjut Yhoeshoep, tercatat Kabupaten Bogor jumlah penduduk terbanyak di Provinsi Jawa Barat, bahkan di Indonesia.

“Melihat dari jumlah penduduk banyak itu, pemilih pada pemilu nanti di Kabupaten Bogor sangat menentukan kemenangan, maka saya minta kepada korda korcam Bogor Raya harus bergerak maksimal hingga akar rumput, minimal target di Bogor 3000 relawan terjaring,” jelasnya.

“Maka, pembekalan dan penguatan korda dan korcam perlu dilakukan, agar jaringan kepengurusan yang sudah terbentuk saat ini terus bergerak secara masif, sehingga target diharapkan tercapai,” ujarnya.

Korda Beraksi Kabupaten Bogor Yadi Suharyadi Dahroni, menyambut baik apa yang menjadi tugasnya, begitu juga kesiapan diutarakan Korda Kota Bogor Yadi Indra.

Suharyadi mengatakan, di Kabupaten Bogor memiliki 40 kecamatan, terbagi dalam 430 desa dan kelurahan.

“Sampai hari ini sudah 23 kecamatan kepengurusan di Kabupaten terbentuk, tinggal sisanya kita akan segera selesaikan,” kata Suharyadi.

Sementara, menurut Korda Beraksi Kota Bogor Yadi Indra, dari target 3000 relawan tentu di Bogor akan tercapai, jika semua tim kepengurusan kabupaten-kota solid, kompak agar jaringan semakin menguat.

“Kita yakin kepengurusan kabupaten dan kota akan kompak, bisa bekerjasama dengan maksimal, sehingga harapan bisa menghantarkan Bapak Anies menjadi Calon Presiden 2024 ke depan,” ucapnya.

Konsolidasi dalam rangka pembekalan dan penguatan kepada pengurus tim relawan di daerah baik Kabupaten juga kota, dihadiri para korcam se-Bogor Raya. Berlangsung di Sekretariat Korda Kabupaten Bogor Jabar Beraksi, Bantar Jaya, Kecamatan Ranca Bungur, Kabupaten Bogor.

Dalam kesempatan itu, Tim Pusat Beraksi memaparkan beberapa point’ penting di kepengurusan. Di antaranya fokus pada penguatan jaringan relawan tingkat kecamatan, desa dan kelurahan, termasuk simpatisan relawan aktif. Disamping implementasi penyelarasan program Jaringan dengan berbagai jaringan ditingkat Nasional, wilayah maupun akar rumput.

Selain menyosialisasikan program turun lapangan atau dengan kata lain, kunjungan, sowan, datang bersilaturahmi ke orang-orang terdekat, seperti saudara, kerabat, sanak dan keluarga.

Tujuan, menyatukan visi, agar dapat turut serta memberi dukungan agar Anies Baswedan maju di pesta demokrasi Pilpres mendatang.  dilansir dari radar bogor (*)

Jumat, 04 Februari 2022

Brigjen TNI Achmad Fauzi Selama Menjabat Danrem 061/Sk Salurkan 1.970.658 Paket Sembako dan Tali Asih Kepada Anak Yatim, Disabilitas, Kaum Dhuafa dan Anak Korban HIV


Bogor, Bertempat di lapangan apel Makorem 061/Sk  Jl.Merdeka No.64 Kel.Ciwaringin Kec.Bogor Tengah - Kota Bogor Brigjen TNI Ahmad Fauzi S.I.P., M.M pimpin pelaksanaan kegiatan Jumat berkah yang digelar untuk ke-57 kalinya selama ia menjabat sebagai Komandan Korem 061/Suryakancana. Jum'at (4/2).


Seperti biasanya Jumat berkah kali ini diselenggarakan  dalam rangka menjalin silaturahmi dengan para anak yatim piatu dan anak-anak disabilitas, dan sekaligus untuk memberikan bantuan dan santunan tali asih. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk perhatian dan cinta kasih dari seorang Jenderal Bintang Satu. Bantuan yang diberikan kepada 75 anak-anak yatim-piatu dan disabilitas berupa beras sebanyak 750 kg, kemudian meja belajar lipat 75pc serta santunan tali asih.


Dalam amanatnya Brigjen TNI Ahmad Fauzi menyampaikan kepada para anak yatim piatu untuk tetap semangat dalam meraih cita-cita karena pada dasarnya kesuksesan adalah milik siapapun termasuk anak-anak yatim piatu dan disabilitas.

"Kalian adalah generasi penerus bangsa yang mana kalian juga memiliki kesempatan yang sama untuk sukses, oleh karena itu saya berharap kalian tetap semangat dalam meraih cita-cita. belajarlah dengan sungguh-sungguh kemudian perbanyaklah beribadah serta patuhi seluruh arahan dari setiap pembimbing baik itu guru maupun orang tua atau siapapun."ujar Danrem.


"Tugas dan tanggung jawab untuk menjaga kedaulatan NKRI nantinya ada di pundak kalian, kami sebagai pendahulu kalian tentunya sangat berharap agar kalian dapat melanjutkan tugas dan tanggungjawab ini semaksimal mungkin.' tambahnya.


" Dan saya juga berharap kepada kalian untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dimana bangsa ini berdiri dengan  berlandaskan Pancasila dan UUD 45 serta Bhineka Tunggal Ika. Yang memiliki keanekaragaman suku budaya bangsa dan agama, dan itu perlu  dijaga, dirawat serta dilestarikan. Ini demi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai dan Yang kita banggakan." Terangnya.



Dan pada kesempatan kali ini, Danrem juga menyampaikan kepada semua yang hadir termasuk kepada anak-anak yatim piatu dan disabilitas untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 5 m, dimana hal tersebut untuk meminimalisir penyebaran ataupun penularan covid-19. 

" Saat ini kasus Covid-19 kembali meningkat, begitupun dengan kasus Omicron. Oleh karena itu maka perlu adanya peran serta seluruh elemen masyarakat dalam menanggulangi wabah ini, dan salah satunya dengan penerapan protokol kesehatan dengan baik dan juga ikut melaksanakan vaksinasi baik tahap pertama kedua maupun tahap ketiga." Pungkasnya.


Turut mendampingi Brigjen TNI Achmad Fauzi dalam kegiatan tersebut yaitu ketua Persit KCK koorcab Rem 061/Sk Ny.Medy Achmad Fauzi kemudian Kasrem 061/Sk, para Kasi Rem 061/Sk serta perwakilan dari Yayasan Buddha Tzu chi serta para pengurus Persit KCK Koorcab Rem 061/Sk.


Sampai hari ini bantuan sembako jajaran Korem 061/Sk  yang telah disalurkan kepada warga masyarakat baik anak yatim piatu, anak-anak disabilitas, anak-anak HIV, kaum dhuafa serta para santri yaitu sebanyak 1.976.658 paket. Sedangkan bantuan yang diberikan langsung oleh Danrem yaitu sebanyak 19.820 paket sembako serta santunan tali asih. Sedangkan jumlah total beras yang disalurkan  oleh Korem 061/Sk yang bekerjasama dengan Yayasan Buddha Tzu chi yaitu sebanyak 75 ton


Mbah Kasi Botak

Kamis, 03 Februari 2022

Proses Cepat !!! Begini Syarat dan Cara Menjadi PENGECER RESMI Pupuk BERSUBSIDI

 

Apa itu PUPUK BERSUBSIDI? 

Pupuk bersubsidi adalah pupuk (barang dalam pengawasan) yang pengadaan dan penyalurannya mendapat subsidi dari pemerintah untuk kebutuhan petani yang dilaksanakan atas dasar program pemerintah.

Pupuk bersubsidi tidak dijual bebas dan hanya didistribusikan oleh kios atau penyalur resmi yang mendapat izin dari pemerintah.

Penyaluran pupuk bersubsidi dilaksanakan secara tertutup melalui produsen kepada distributor (Penyalur Lini III) dan yang terakhir adalah kios pengecer (Penyalur Lini IV) yang menjual langsung kepada Kelompok Tani atau Petani.

Penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani dilakukan oleh pengecer resmi yang telah ditunjuk di wilayah kerjanya berdasarkan data cetak e-RDKK yang dibatasi oleh alokasi pupuk bersubsidi di wilayahnya, dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pertanian No 49 Tahun 2020.


Dalam hal penyaluran yang ditetapkan harus menyesuaikan kebutuhan di lapangan yang diakibatkan pergeseran musim tanam, pengembangan Kawasan, adanya program khusus Kementerian Pertanian dan hal mendesak lainnya, dapat dilakukan realokasi antar wilayah dan waktu sesuai ketentuan dalam Permentan tentang alokasi dan HET pupuk bersubsidi.


Harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi ditetapkan oleh pemerintah melalui Kementrian Pertanian untuk dibeli oleh petani dalam kemasan tertentu di Penyalur Lini IV (Pengecer).


Siapa Pengecer PUPUK BERSUBSIDI ?

Pengecer pupuk bersubsidi atau Penyalur Lini IV adalah pengecer terakhir yang langsung berhubungan dengan konsumen/petani yang berupa perusahaan perseorangan atau badan usaha baik yang berbentuk badan hukum maupun bukan badan hukum yang berkedudukan di Kecamatan dan/atau Desa.


Proses Cepat !!! Begini Syarat dan Cara Menjadi PENGECER RESMI Pupuk BERSUBSIDI 

Pengecer pupuk bersubsidi (Penyalur Lini IV) ditunjuk oleh distributor berdasarkan Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) dengan kegiatan pokok melakukan penyaluran pupuk bersubsidi secara langsung kepada Kelompok Tani dan/atau Petani di wilayah tanggung jawabnya.

Pengecer tidak diperbolehkan menjual pupuk bersubsidi kepada petani yang tidak tergabung dalam kelompok tani dan petani atau kelompok tani di luar wilayah tanggung jawabnya.

Bagaimana cara menjadi pengecer resmi pupuk bersubsidi? Siapa sajakah yang boleh menjadi pengecer pupuk bersubsidi?


Siapapun bisa menjadi pengecer resmi pupuk bersubsidi dengan syarat-syarat sebagai berikut ;


1. Bergerak dalam bidang usaha perdagangan umum.


2. Memiliki pegurus yang aktif menjalankan kegiatan usaha atau mengelola perusahaannya.


3. Memenuhi syarat-syarat umum untuk melakukan kegiatan perdagangan yaitu ; Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP).


4. Memiliki atau menguasai sarana untuk penyaluran pupuk bersubsidi guna menjamin kelancaran penyaluran Pupuk Bersubsidi di wilayah tanggung jawabnya masing-masing.


5. Memiliki permodalan yang cukup.


Cara dan Syarat Menjadi DISTRIBUTOR RESMI PUPUK BERSUBSIDI

Persyaratan Penunjukan Sebagai Distributor


1. Bergerak dalam bidang usaha perdagangan umum.


2. Memiliki kantor dan pengurus yang aktif menjalankan kegiatan usaha perdagangan di tempat kedudukannya.


3. Memenuhi syarat-syarat umum untuk melakukan kegiatan perdagangan yaitu Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), dan Surat Izin Tempat Usaha (SITU) Pergudangan.


4. Memiliki dan/atau menguasai sarana gudang dan alat transportasi yang dapat menjamin kelancaran penyaluran Pupuk Bersubsidi di wilayah tanggung jawabnya.


5. Mempunyai jaringan distribusi yang dibuktikan dengan memiliki paling sedikit 2 (dua) pengecer di setiap kecamatan dan/atau desa di wilayah tanggung jawabnya.


6. Rekomendasi dari dinas kabupaten/kota yang membidangi perdagangan untuk penunjukan distributor baru.


7. Memiliki permodalan yang cukup sesuai ketentuan yang dipersyaratkan oleh produsen. *Dari berbagai sumber

Syukuran Gedung Baru, UPT Infrastruktur Pengairan Wilayah IV Leuwiliang, Undang Toga, Tomas Dan Wartawan

 


CIAMPEA= Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) , UPT Infrastruktur Pengairan Wilayah IV Leuwiliang menggelar acara syukuran peresmian Gedung Baru di desa Cinangka kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor, Jum'at (04/02/2022)

Acara syukuran digelar dipimpin Ustad setempat seluruh pegawai memanjatkan doa dan syukur, atas dibangunnya Gedung  UPT Infrastruktur Pengairan Wilayah IV Leuwiliang  yang bisa lebih baik dalam melayani masyarakat kedepannnya.



Kepala UPT Ruddy Supandi dalam sambutannya menyampaikan, banyak terima kasih kepada para tamu undangan yang telah hadir di acara syukuran gedung baru UPT Infrastruktur Pengairan Wilayah IV Leuwiliang 


Masih kata Ruddy, berharap dengan gedung baru ini dapat memberikan suasana kerja yang baru, penuh semangat guna meningkatkan kinerja .




Hadir dalam acara tersebut, Kepala UPt dan jajarannya Kepala desa Cinangka Oman. tokoh masarakat dan tokoh agama serta sedikitnya 30 wartawan turut dalam peliputan


Mbah Kasdi Botak

Ade Yasin Secara Simbolis Serahkan 116 315 Sertifikat Tanah Program PTSL


CIBUNGBULANG – Penyerahkan sertifikat hasil program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kepada masyarakat Kabupaten Bogor secara simbolis kepada 173 orang penerima di Kecamatan Cibungbulang, Kamis 03/01/2022.

Bertempat di gudang manggis desa suka maju kecamatan Cibungbulang dihadiri langsung oleh Bupati Bogor ( Ade Yasin ), FORKOMPINDA, yang menyerahkan langsung secara simbolik sertifikat tanah kepada masyarakat.


Dari realisasi di seluruh Kabupaten Bogor tahun 2021 sebanyak 116. 315 bidang Sertipikat Hak atas Tanah (SHT) dan sebanyak 142.954 Peta Bidang Tanah (PBT) yang akan ditindaklanjuti dengan penerbitan sertipikat tanah yang tersebar di 37 desa dari 10 kecamatan.

Saya meminta Camat, Lurah, dan Kepala Desa untuk berperan aktif sukseskan program PTSL bekerjasama dengan unsur Forkopimcam, para Ketua RT/RW dan Tokoh Masyarakat.

Ade Yasin menegaskan “Saya berpesan kepada seluruh unsur yang bertugas agar memproses sesuai ketentuan, jangan memberatkan masyarakat dan harus transparan, guna menghindari permasalahan hukum di kemudian hari.


Insya Allah semua desa dan kelurahan di Kabupaten Bogor akan memperoleh pensertifikatan tanah melalui program PTSL baik dengan APBN maupun APBD yang diberikan secara bergiliran. Mohon bersabar dan doakan tidak ada kendala apapun”, Tegasnya.



Sementara itu menurut ketua APDESI kecamatan Cibungbulang Subhan. S.I.P Alhamdulillah di kecamatan Cibungbulang sudah 6 desa yang sudah melaksanakan program PTSL.

Sisanya tinggal 9 desa mudah mudahan di tahun berikutnya dari 6 desa, untuk desa situ Ilir data yang sdh diajukan sekitar 1200, berkas yang sudah diajukan Alhamdulillah sekitar 900 sertifikat sudah tercetak dan barusan tadi di serahkan ke warga secara simbolis 25 sertifikat.


Mudah mudahan dengan adanya program ini kedepannya tidak ada lagi sengketa sengketa tanah di wilayah situ Ilir.

Ketika ditanya terkait program PTSL terutama mengenai pembiayaan pembuatan sertifikat yang sering menjadi penyebab polemik di masyarakat.

menurutnya “tetap yang menjadi patokan utama adalah surat keputusan bersama tiga menteri ( SKB ), namun prakteknya di sesuaikan dengan hasil musyawarah antara pemerintah desa dan masyarakat, yang penting tidak membebani masyarakat,

Dengan anggaran 150 ribu itu tidak mencukupi, karena banyak hal hal lain yang tidak tercover dengan biaya sebesar 150 ribu, dan hal ini sudah di sampaikan ke pihak BPN,” tegasnya.

mBah Kasdi Botak

Senin, 31 Januari 2022

EKSPLORASI BUDAYA CINA BENTENG: BENTENG MAKASSAR DI TANGERANG, KE MANAKAH BENTENGNYA?

 

Sejarah Cina Benteng atau dahulu disebut orang Bike yang tinggal di sekitar benteng. Terbersit pertanyaan, jika ada komunitas etnis Tionghoa yang tinggal di sekitar benteng yang hingga kini masih ada keturununannya yang disebut Cine Benteng, di manakah letak bentengnya? Mengapa tidak ada benteng di sekitar pemukiman sekarang? Inilah yang menjadi ulasan menarik tim FBI News Banten untuk kembali menelusuri jejak benteng di Tangerang yang sering disebut Benteng Makassar.


Kembali bersama Koh Achong, tokoh pemerhati dan pelestari budaya Tionghoa Tangerang, kami berbincang-bincang. Koh Achong menjelaskan sejarah mengenai Benteng Makassar ini. 


Saat itu, di tahun 1600-an terjadi keributan antara Kesultanan Banten dengan Kapiten Batavia Souw Beng Kong. Souw Beng Kong seorang tokoh yang diandalkan gubernur jenderal pertama Hindia Belanda, Jan Pieterszoon Coen, saat gagal membuka Batavia sebagai pusat perdagangan. Souw Beng Kon pun sangat dihormati di masyarakat Banten (Tangerang).


Beng Kong yang sudah terkenal sebagai saudagar sukses dan dihormati di Banten akan sangat dibutuhkan oleh VOC guna menggulirkan ekonomi Batavia dengan mengajak orang-orang Tionghoa ke Batavia. Setelah melalui perundingan dengan orang-orang Tionghoa di Banten (Tangerang hingga Cikande), Souw Beng Kong pun akhirnya mengiyakan permintaan JP Coen. Sebanyak 200 orang Tionghoa datang ke Batavia pada gelombang pertama yang akan melonjak menjadi tiga ribuan dalam waktu 30 tahun. Di situlah Souw Beng Kong ditunjuk Belanda menjadi Kapiten di Batavia.


Dalam keributan antara Souw Beng Kong dengan Kesultanan Banten saat itu yang mana sebenarnya didalangi oleh J. P. Coen, untuk mempertahankan wilayah dagangnya, Belanda mendirikan benteng di sekitar sungai Cisadane yang mana kala itu sungai Cisadane menjadi tempat strategis sebagai lintas transportasi perdagangan.


Disebut Benteng Makassar dikarenakan Belanda kekurangan pasukan hingga mendatangkan orang-orang dari Makassar untuk memperkuat penjagaan di sekitar benteng. Karena tidak mungkin Belanda mengambil orang-orang lokal, takutnya mereka akan berkhianat dan setia kepada kesultanan Banten. Dari situlah penduduk lokal menyebutnya Benteng Makassar karena banyaknya orang Makassar di benteng Belanda tersebut.


Istilah Cina Benteng pun timbul dari situ. Yaitu komunitas etnis Tionghoa yang tinggal di seputaran benteng. Zaman itu Sungai Cisadane tidak seperti sekarang. 


“Dulu bangunan belum banyak dan dari sisi sungai berseberangan dengan sisi lainnya, penduduk Cina Benteng masih bisa saling gegeroan (menyapa/memnaggil – red),” jelas Koh Achong.


“Kode (koko paling gede – red)…. Apa… Lagi ngapain? Berak…” ujar Koh Achong menirukan gaya percakapan Cina Benteng (Ciben) di kala itu. Semua terbahak mendengar kelakar Koh Achong. Koh Achong melanjutkan bahwa dulu menurut cerita orang-orang tua, zaman kakek nenek kita, masih ada yang dapat melihat bekas reruntuhan benteng Belanda ini. Namun seiring perkembangan zaman, terjadi abrasi dan pelebaran sungai. Maka reruntuhan benteng tersebut tidak dapat terlihat lagi.


Mungkin cerita ini dapat menjadi masukkan bagi kita semua khususnya pemerintah daerah Tangerang agar selalu melestarikan dan lebih perduli lagi terhadap bangunan bersejarah. Sedih rasanya ketika tahu ada bangunan masa Belanda tergerus bangunan baru hanya karena bisnis untuk mendulang rupiah semata. Identitas bangsa ini dapat dilihat dari peninggalan sejarah atau artefak yang dapat kita lihat di masa sekarang. Jangan sampai generasi kita lupa bahkan tidak tahu identitas bangsa ini dan akhirnya rasa nasionalisme bangsa hilang begitu saja

Sabtu, 29 Januari 2022

Danrem 061/Sk Apresiasi Pameran Pesona Pusaka Nusantara Sebagai Bentuk Pelestaran Budaya Bangsa

 


Bogor, Danrem 061/Sk Brigjen TNI Achmad Fauzi S.I.P.,M.M. menghadiri pembukaan Pesona Pusaka Nusantara yang digelar di Blok F Trade Center Pasar Kebon Kembang Bogor Tengah Kota Bogor, Sabtu (29/1).


Pesona pusaka nusantara digelar yaitu sebagai wujud kecintaan warga masyarakat Bogor kepada budaya leluhurnya nya, yang di antaranya adalah Kris keris pusaka peninggalan nenek moyang. Itu adalah salah satu cara kita mencintai dan menghargai budaya leluhur. bagaimana mereka bisa membuat pusaka-pusaka, cipta karya seni cipta rasa olah rasa dan olah karsa sehingga menjadi barang-barang yang berkualitas dan istimewa. Itu disampaikan oleh Danrem saat memberikan sambutannya.



" Saya berharap dengan adanya pameran seperti ini maka kita dapat menjaga dan melestarikan budaya bangsa yang mana itu artinya bahwa kita telah menghargai budaya yang kita punya. Dan saya juga berharap kita bisa segera mendaftarkan budaya bangsa, agar budaya yang kita miliki tidak ada yang berusaha mengakuinya atau merampasnya. " Tegas Danrem.


" makanya dengan adanya pameran seperti ini kita berharap bagaimana kita bersama-sama menghargai budaya yang telah kita punya yaitu peninggalan raja-raja Nusantara, lalu kita juga dapat menghargai bagaimana mereka bisa membuat benda-benda pusaka yang luar biasa dan tersebar kemana-mana bukan hanya di Indonesia tapi hampir di seluruh penjuru dunia." tambah Danrem.


Selain itu Danrem juga memberikan apresiasi kepada  panitia penyelenggara termasuk para peserta pameran tersebut, karena menurutnya ini adalah acara budaya yang seharusnya memang dilaksanakan sesering mungkin. memang mungkin kurang  sempurna tapi paling tidak semua berusaha mencintai dan menghargai budaya leluhurnya, bagaimana mereka bisa membuat pusaka-pusaka cipta karya seni cipta rasa olah rasa karsa sehingga menjadi barang-barang yang berkualitas dan istimewa.


Inilah yang harus kita lestarikan inilah yang harus kita cintai bagaimana budaya ini bisa mengikat kepada kita semuanya bahwa bangsa Indonesia sejak zaman dulu sudah terkenal dengan kerajaan-kerajaan besarnya. 


Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh Irjen Pol Guntur Setyanto seorang penulis banyak menulis tentang benda-benda pusaka tingkat nasional, kemudian direktur PD. Pasar Pakuan Jaya.Bapak Ir. Muzakir, Ketua Sunda Langgeng Wasesa Karyawan Faturohman, kemudian panitia pelaksana bapak Gatut Susata, ketua IPSI Kota Bogor bapak Subono beserta jajaran, Dir Ops PD Pasar, Dirum PD Pasar serta para sesepuh


Usai membuka  acara pameran keris/    Pesona Pusaka Nusantara, Danrem kemudian meninjau kegiatan festival pencak silat  se-jawa barat seri 1 tahun 2022 yang juga dilaksanakan di tempat yang sama. dilansir dari Penrem 06 1/SK oleh pajajaran nusantaraP


By, Syaefulloh (Ayam)